This site uses cookies from Google to deliver its services, to personalize ads and to analyze traffic. Information about your use of this site is shared with Google. By using this site, you agree to its use of cookies. Learn More

PENGGUNAAN ALAT BANTU JALAN DAN INDIKASINYA 98136

A. Alat Bantu Jalan Alat bantu jalan yaitu alat yg di gunakan untk membantu klien supaya dpt berjalan dan bergerak,
(suratun dkk,2008)
Alat bantu jalan merupakan sebuah alat yg dipergunakan untk memudahkan klien dlm berjalan agar terhindar dari resiko cidera dan jg menurunkan ketergantungan pd orang lain

Alat bantu jalan pasien adalah alat bantu jalan yg digunakan pd penderita/pasien yg mengalami penurunan kekuatan otot dan patah tulang pd anggota gerak bawah serta gangguan keseimbangan.
(kozier barbara dkk, 2009)
B.Macam-Macam Alat Bantu 1. Tongkat

Penggunaan Alat Bantu Jalan dan Indikasinya


Tongkat adalah alat yg ringan, dpt dipindahkan, setinggi pinggang dan terbuat dari kayu / logam.

a.Tipe tongkat:
  • Tongkat standar yg berbentuk lurus, tongkat standar mempunyai panjang 91 cm.
  • Tongkat kaki tiga
  • Tongkat kaki empat.
(kozier barbara dkk, 2009)

b.Persyaratan tongkat meliputi:
  • Ujung tongkat yg mengenai lantai diberi karet setebal 3,75 cm untk memberi stabilitas optimal pd klien.
  • Ukuran tongkat setinggi pangkal paha
  • Siku klien dpt defleksi (pembelokan) diatas tongkat kira-kira 25-300

(suratun dkk,2008)
c.Tujuan mobilisasi
  • Mempertahankan tonus otot
  • Meningkatkan peristaltik usus sehingga mencegah obstipasi
  • Memperlancar peredaran darah
  • Mempertahankan fungsi tubuh
  • Mengembalikan pd aktivitas semula

(suratun dkk,2008)
d.Tekhnik berjalan dgn tongkat:
  • Cuci tangan untk mengurangi transmisi organisme
  • Jelaskan prosedur dan tujuan dilakukan tindakan tersebut pd klien
  • Gunakan tongkat pd sisi tubuh klien yg terkuat
  • Jelaskan pd klien untk memegang tongkat dgn tangan yg sehat
  • Klien mulai melangkah dgn kaki yg terlemah, bergerak maju dgn tongkat, sehingga berat badan klien terbagi antaratongkat dan kaki yg terkuat
  • Kaki yg terkuat maju melangkah setelah tongkat, sehingga kaki terlemah dan berat badan klien disokong oleh tongkat dan kaki terkuat.
  • Berjalanlah disisi bagian tungkai klien yg lemah. Klen kemungkinan jatuh ke arah bagian tungkai yg lemah tersebut.
  • Ajak klien berjalan selama waktu / jarak yg telah ditetapkan dlm rencana keperawatan.
  • Jika klien kehilangan keseimbangan / kekuatannya dan tak segera pulih, masukkan tangan anda keketiak klien, dan ambil jarak berdiri yg luas untk mendapatkan dasar tumpuan yg baik. Sandarkan klien pd pinggul andasampai tiba bantuan, / rendahkan badan andadan turunkan klien secara perlahan ke lantai
  • Dokumentasikan kemajuan klien.

(kozier barbara dkk, 2009)
2.Kruk
Penggunaan Alat Bantu Jalan dan Indikasinya


Kruk yaitu tongkat / alat bantu untk berjalan, biasanya digunakan secara berpasangan yg di ciptakan untk mengatur keseimbangan pd saat akan berjalan.
(suratun dkk,2008)
a.Indikasi penggunaan kruk
  • Pasca amputasi kaki
  • Hemiparese
  • Paraparese
  • Fraktur pd ekstremitas bawah
  • Terpasang gibs
  • Pasca pemasangan gibs

(suratun dkk,2008)
b.Kontra Indikasi
  • Penderita demam dgn suhu tubuh lebih dari 37o C.
  • Penderita dlm keadaan bedrest.

c.Manfaat Penggunaan Kruk
  • Memelihara dan mengembalikan fungsi otot.
  • Mencegah kelainan bentuk, seperti kaki menjadi bengkok.
  • Memelihara dan meningkatkan kekuatan otot.
  • Mencegah komplikasi, seperti otot mengecil dan kekakuan sendi.

(suratun dkk,2008)

d.Hal-hal yg harus diperhatikan dlm menggunakan kruk
  • Perawat / keluarga harus memperhatikan ketika klien akan menggunakan kruk.
  • Monitor klien saat memeriksa penggunaan kruk dan observasi untk beberapa saat sampai problem hilang.
  • Perhatikan kondisi klien saat mulai berjalan.
  • Sebelum digunakan, cek dahulu kruk untk persiapan.
  • Perhatikan lingkungan sekitar.

(suratun dkk,2008)
e.Tujuan Penggunaan Kruk
  • Meningkatkan kekuatan otot,
  • pergerakan sendi dan kemampuan mobilisasi
  • Menurunkan resiko komplikasi dari mobilisasi
  • Menurunkan ketergantungan pasien dan orang lain
  • Meningkatkan rasa percaya diri klien

(suratun dkk,2008)
f.Fungsi Kruk
  • Sebagai alat bantu berjalan.
  • Mengatur / memberi keseimbangan waktu berjalan.
  • Membantu menyokong sebagian berat badan klien

g.Tekhnik penggunaan kruk
  • Pastikan panjang kruk sudah tepat
  • Bantu klien mengambil posisi segitiga, posisi dasar berdiri menggunakan kruk sebelum mulai berjalan.
  • Ajarkan klien tentang salah satu dari empat cara berjalan dgn kruk
  • Perubahan empat titik / cara berjalan empat titik memberi kestabilan pd klien, tetapi memerlukan panahanan berat badan pd kedua tungkai. Masing-masing tungkai digerakkan secara bergantian dgn masing-masing kruk, sehingga sepanjang waktu terdapat tiga titikdukungan pd lantai
  • Perubahan tiga titik / cara berjalan tiga titik mengharuskan klien menahan semua beratbadan pd satu kaki. Berat badan dibebankan pd kaki yg sehat, kemudian pd kedua krukdan selanjutnya urutan tersebut diulang. Kaki yg sakit tak menyentuh lantai selama fase dini berjalan tiga titik. Secara bertahap klien menyentuh lantai dan semua beban berat badan bertumpu pd
  • Cara berjalan dua titik memerlukan sedikitnya pembebanan berat badan sebagian pd masing-masing kaki. Kruk sebelah kiri dan kaki kanan maju bersama-sama. Kruk sebelah kanan dan kaki kiri maju bersama-sama.
  • Cara jalan mengayun ke kruk ( swing to gait), klien yg mengalami paralisi tungkai dan pinggul dpt menggunakan cara jalan mengayun ini. Penggunaan cara ni dlm jangka waktu yg lama dpt mengakibatkan atrofi otot yg tak terpakai. Minta klien untk menggerakkan kedua kruk kedepan secara bersamaan.pindahkan berat badan kelengan dan mengayun melewati kruk.
  • Cara jalan mengayun melewati kruk ( swing throughgait)
  • Cara jalan ni sangat memerlukan ketrampilan,kekuatan dan koordinasi klien. Minta klien untk menggerakkan kedua kruk kedepan secara bersamaan. Pindahkan berat badan ke lengan dan mengayun melewati kruk.
  • Ajarkan klien menaiki dan menuruni tangga

Naik:
  • Lakukan posisi tiga titik
  • Bebankan berat badan pd kruk
  • Julurkan tungkai yg tak sakit antara kruk dan anak tangga
  • Pindahkan beban berat badan dari kruk ketungkai yg tak sakit
  • Luruskan kedua kruk dgn kaki yg tak sakit diatas anak tangga

Turun:
  • Bebankan berat badan pd kaki yg tak sakit
  • Letakkan kruk pd anak tangga dan mulai memindahkan berat badan pd kruk, gerakkan kaki yg sakit kedepan
  • Luruskan kaki yg tak sakit pd anak tangga dgn kruk
  • Ajarkan klien tentang cara duduk di kursi dancara beranjakdari kursi.

Duduk:
  • Klien diposisi tengah depan kursi dgn aspek posterior kaki menyentuh kursi
  • Klien memegang kedua kruk dgn tangan berlawanan dgn tungkai yg sakit. Jika kedua tungkai sakit kruk ditahan dan pegang pd tangan klien yg lebih kuat
  • Klien meraih tangan kursi dgn tangan yg lain dan merendahkan tubuh kekursi

Bangun:
  • Lakukan tiga langkah di atas dlm urutan sebaliknya.
  • Cuci tangan
  • Catat cara berjalan dan prosedur yg diajarkan serta kemampuan klien untk melakukan cara berjalan dlm catatan perawat.

(suratun dkk,2008)
3.Kursi Roda
Penggunaan Alat Bantu Jalan dan Indikasinya
Ada dua tipe kursi roda yaitu kursi roda manual dan listrik. Kursi roda listrik merupakan kursi roda yg digerakkan dgn motor listrik biasanya digunakan untk perjalanan jauh bagi penderita cacat / bagi penderita cacat ganda sehingga tak mampu untk menjalankan sendiri kursi roda, untk menjalankan kursi roda mereka cukup dgn menggunakan tuas seperti joystick untk menjalankan maju, mengubah arah kursi roda belok kiri / belok kanan dan untk mengerem jalannya kursi roda.

Biasanya kursi roda listrik dilengkapi dgn alat untk mengecas/mengisi ulang aki/baterainya yg dpt terus dimasukkan dlm stop kontak dirumah/bangunan yg dikunjungi.

Kursi roda manual memiliki bentuk lipat / rangka kaku. kursi roda digerakkan dgn tangan si penderita cacat, merupakan kursi roda yg biasa digunakan untk semua kegiatan. Kursi roda manual dpt dioperasikan dgn bantuan orang lain maupun oleh penggunanya sendiri. Kursi roda seperti ni tak dpt dioperasikan oleh penderita cacat yg mempunyai kecacatan ditangan
(wikipedia.com)

a.Hal-hal yg harus diperhatikan:
  • Tentukan ukuran tubuh klien
  • Tentukan kemampuan klien intuk mengikuti perintah
  • Kekuatan otot dan pergerakan sendi klien,
  • Adanya paralisis.

(kozier barbara dkk,2009)
b.Indikasi penggunaan kursi roda:
  • Paraplegia
  • Tidak dpt berjalan / tirah baring
  • Pada pelaksanaan prosedur tindakan, misal klien akan foto rontgen
  • Pasca amputasi kedua kaki
(suratun dkk,2008)
c.Penatalaksanaan:
  • Cuci tangan untk mengurangi transmisi organisme
  • Jelaskan prosedur pelaksanaan
  • Rendahkan posisi tempat tidur pd posisi terendah sehinggaa kaki klien dpt menyentuh lantai. Kunci semua roda tempat tidur
  • Letakkan kursi roda sejajar dan sedekat mungkin dgn tempat tidur. Kunci semua roda dari kursi roda. Bantu klien pd posisi duduk di tepi tempat tidur
  • Kaji adanya hipotensi ssebelum memindahkan klien dari tempat tidur
  • Ketika klien turun dari tempat tidur, perawat harus berdiri tepat dihadapannya dan klien meletakkan tangannya dipundak perawat. Selanjutnya, perawat meletakkan tangannya dipinggang klien.
  • Sementara klien mendorong badannya keposisi berdiri, perawat membantu mengangkat bagian atas tubuh klien.
  • Klien dibiarkan berdiri selama beberapa detik untk memastikan tak adanya pusing
  • Perawat tetap berdiri menghadap klien lalu memutar tubuh klien sehingga membelakangi kursi roda. Setelah itu, perawat memajukan salah satu kakinya dan memegang kedua lutut untk menjaga keseimbangan, kemudian membantu klien untk duduk di kursi roda.
(suratun dkk,2008)
4.Walker Kruk
Penggunaan Alat Bantu Jalan dan Indikasinya

Walker ditujukan bagi klien yg membutuhkan lebih banyak bantuan dari yg bisa diberikan oleh tongkat. Tipe standar walker terbuat dari alumunium yg telah dihaluskan. Walker mempunyai empat kaki dgn ujung dilapisi karet dan pegangan tangan yg dilapisi plastik. Walker standar membutuhkan kekuatan parsial pd kedua tangan dan pergelanga tangan; ekstensor siku yg kuat, dan depresor bahu yg kuat pula. Selainitu klien jg harus mampu menahan setengahberat badan pd kedua tungkai. Walkker dgn empat roda / walker beroda tak perlu diangkat ketika hendak bergerak, namun walker jenis ni kurang stabil dibandingkan dgn walker jenis standar. Beberapa jenis walker beroda mempunyai tempat duduk pd bagian belakang sehingga klien dpt duduk untk istirahat jika diinginkan.

Walker jenis lain mempunyai dua ujung karet dan dua roda. Klien memiringkan walker,mengangkat ujung karet sementara rodanya tetap di permukaan tanah, kemudian mendorong walker tersebut kearah depan.

Perawat mungkin harus menyesuaikan tinggi walker sehingga penyangga tangan berada dibawah pinggang klien dan siku klien agak fleksi. Walker yg terlalu rendah dpt menyebabkan klien membungkuk, sementara yg terlalu tinggi dpt membuat klien tak dpt meluruskan lengannya.

Cara penggunaan walker kruk
a.Ketika klien membutuhkan bantuan maksimal.
  • Gerakkan walker kedepan kira-kira 15cm sementara berat badan bertumpu pd kedua tungkai
  • Kemudian gerakkan kaki kanan hingga mendekakti walker sementara berat badan dibebankan pd tungkai kiri dan kedua tangan.
  • Selanjutnya, gerakkan kaki kiri hingga mendekati kaki kanan sementara berat badan bertumpu pd tungkai kanan dan kedua lengan.

b.Jika salah satu tungkai klien lemah
  • Gerakkan tungkai yg lemah kedepan secara bersamaan sekitar 15 cm (6 inchi) sementara berat badan bertumpu pd tungkai yg kuat
  • Kemudian, gerakkan tungkai yg lebih kuat ke depan sementara beratbadan bertumpu pd tungkai lemah dan kedua lengan.



BAB III
PENUTUP

A.Kesimpulan
Mobilisasi merupakan kebutuhan manusia untk melakukan aktivitas karena aktivitas dilakukan secara bebas dari satu tempat ke tempat yg lain.
Alat bantu merupakan sebuah alat yg digunakan untk memudahkan klien berjalan agar menurunkan ketergantungan pd orang lain.
B.Saran
Setelah dilakukan seminar ni hendaknya mahasiswa dan masyarakat mengetaui dan menggunakan alat bantu disesuaikan dgn indikasi dan kontra indikasi dari alat tersebut.

Baca juga: Kenali Penyebab dan Gejala Penyakit Ginjal

DAFTAR PUSTAKA


Suratun dkk. Klien Gangguan Sistem Muskuloskeletal. 2008. EGC. Jakarta
Barbara, Kozier dkk. Buku Ajar Praktik Keperawatan Klinis Kozier & ERB, Edisi 5. 2009. EGC. JakartaPenggunaan Alat Bantu Jalan dan Indikasinya Ada beberapa faktor yang dipertimbangkan untuk menentukan pola berjalan dengan menggunakan alat bantu jalan, Gambar Kruk Aksila Cara Penggunaan Cara Kerja Alat bantu jalan pasien adalah alat bantu jalan yang digunakan pada penderita/pasien yang mengalami penurunan MANFAAT PENGGUNAAN ALAT BANTU BERJALAN A. Alat Bantu Jalan Alat bantu jalan yaitu alat yang di gunakan untuk membantu klien supaya dapat berjalan dan bergerak,

source : http://fb.com, http://miynorie.blogspot.com, http://wikipedia.org

0 Response to "PENGGUNAAN ALAT BANTU JALAN DAN INDIKASINYA 98136"

Posting Komentar

Contact

Nama

Email *

Pesan *