This site uses cookies from Google to deliver its services, to personalize ads and to analyze traffic. Information about your use of this site is shared with Google. By using this site, you agree to its use of cookies. Learn More

Pengertian Wawancara & Jenis Wawancara Mendalam

kaemfret.blogspot.com - Pengertian Wawancara dan Jenis Wawancara Mendalam - Artikel ni membahas tentang pengertian wawancara dan jenis wawancara mendalam. Melalui makalah ni diharapkan mampu memahami dan menjelaskan kembali mengenai wawancara dan jenis wawancara mendalam.

Pengertian Wawancara

Menurut Kartono (dalam Basuki, 2006) interview / wawancara adlh suatu percakapan yg diarahkan pd suatu masalah tertentu; ni merupakan proses tanya jawab lisan, dimana dua orang / lebih berhadap-hadapan secara fisik.

Dalam proses interview terdapat 2 (dua) pihak dgn kedudukan yg berbeda. Pihak pertama berfungsi sebagai penanya, disebut pula sebagai interviewer, sedang pihak kedua berfungsi sebagai pemberi informasi (Information supplyer), interviewer / informan. Interviewer mengajukan pertanyaan-pertanyaan, meminta keterangan / penjelasan, sambil menilai jawaban-jawabannya. Sekaligus ia mengadakan paraphrase (menyatakan kembali isi jawaban interviewee dgn kata-kata lain), mengingat-ingat dan mencatat jawaban-jawaban. Disamping itu dia jg menggali keterangan-keterangan lebih lanjut dan berusaha melakukan probing (rangsangan, dorongan).

Pihak interviewee diharap mau memberikan keterangan serta penjelasan, dan menjawab semua pertanyaan yg diajukan kepadanya. Kadang kala ia malahan membalas dgn mengajukan pertanyaan-pertanyaan pula. Hubungan antara interviewer dgn interviewee itu disebut sebagai a face to face non-reciprocal relation (relasi muka berhadapan muka yg tak timbal balik). Maka interview ni dpt dipandang sebagai metoda pengumpulan data dgn tanya jawab sepihak, yg dilakukan secara sistematis dan berdasarkan tujuan research (Kartono dlm Basuki, 2006).

Menurut Banister dkk (dalam Basuki, 2006) wawancara adlh percakapan dan tanya jawab yg diarahkan untk mencapai tujuan tertentu. Wawancara kualitatif dilakukan bila peneliti bermaksud untk memperoleh pengetahuan tentang makna-makna subjektif yg dipahami individu berkenaan dgn topik yg diteliti, dan bermaksud melakukan eksplorasi terhadap isu tersebut, suatu hal yg tak dpt dilakukan melalui pendekatan lain.
Pengertian Wawancara & Jenis Wawancara Mendalam
image source: evsust.com
baca juga: Ciri-Ciri Observasi dan Pengamatan Partisipan Menurut Ahli

Menurut Denzin & Lincoln (dalam Basuki, 2006) interview merupakan suatu percakapan, seni tanya jawab dan mendengarkan. Ini bukan merupakan suatu alat yg netral, pewawancara menciptakan situasi tanya jawab yg nyata. Dalam situasi ni jawaban-jawaban diberikan. Maka wawancara menghasilkan pemahaman yg terbentuk oleh situasi berdasarkan peristiwa-peristiwa interaksional yg khusus. Metoda tersebut dipengaruhi oleh karakteristik individu pewawancara, termasuk ras, kelas, kesukuan, dan gender.

Menurut Kerlinger (dalam Basuki, 2006) wawancara (interview) adlh situasi peran antar-pribadi berhadapan muka (face to face), ketika seseorang yakni pewawancara mengajukan pertanyaan-pertanyaan yg dirancang untk memperoleh jawaban-jawaban yg relevan dgn masalah penelitian, kepada seseorang yg diwawancarai, / informan.

Ada dua cara membedakan tipe wawancara dlm tataran yg luas: terstruktur dan tak terstruktur / baku dan tak baku. Dalam wawancara standar (terstruktur), pertanyaan-pertanyaan, runtunannya, dan perumusan kata-katanya sudah harga mati, artinya sudah ditetapkan dan tak boleh diubah-ubah. Mungkin pewawancara masih punya kebebasan tertentu dlm mengajukan pertanyaan, tetapi itu relatif kecil. Kebebasan pewawancara itu telah dinyatakan lebih dulu secara jelas. Wawancara standar mempergunakan skedul wawancara yg telah dipersiapkan secara cermat untk memperoleh informasi yg relevan dgn masalah penelitian.

Wawancara tak standar bersifat lebih luwes dan terbuka. Meskipun pertanyaan yg diajukan oleh maksud dan tujuan penelitian, muatannya, runtunan dan rumusan kata-katanya terserah pd pewawancara. Biasanya tak digunakan skedul. Singkatnya wawancara tak standar / wawancara tak terstruktur merupakan situasi terbuka yg kontras dgn wawancara standar / terstruktur yg tertutup. Ini tidaklah berarti bahwa wawancara tak standar adlh suatu yg gampang-gampangan saja. Wawancara jenis ni pun haruslah direncanakan secara cermat sebagaimana halnya wawancara standar. Dalam hal ni yg kita perhatikan memang hanya wawancara standar. Akan tetapi, diakui bahwa banyak masalah penelitian sering kali membutuhkan tipe wawancara kompromi, yakni pewawancara diizinkan untk menggunakan pertanyaan-pertanyaan alternatif yg dinilainya cocok untk responden tertentu dan pertanyaan tertentu.

Dari penjelasan-penjelasan tersebut dpt disimpulkan wawancara (interview) merupakan suatu kegiatan tanya jawab dgn tatap muka (face to face) antara pewawancara (interviewer) dgn yg diwawancarai (interviewee) tentang masalah yg diteliti, dimana pewawancara bermaksud memperoleh persepsi, sikap dan pola pikir dari yg diwawancarai yg relevan dgn masalah yg diteliti. Karena wawancara itu dirancang oleh pewawancara, maka hasilnya pun dipengaruhi oleh karakteristik pribadi pewawancara.

Wawancara dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu wawancara terstruktur dan wawancara tak terstruktur. Terstruktur apabila pertanyaan yg diajukan pewawancara dilakukan secara ketat sesuai daftar pertanyaan yg telah disiapkan. Tidak terstruktur apabila pertanyaan yg diajukan bersifat fleksibel tetapi tak menyimpang dari tujuan wawancara yg telah ditetapkan.

Wawancara Mendalam

Dalam wawancara dikenal adanya teknik wawancara mendalam (in depth interview). Pada prinsipnya teknik wawancara merupakan teknik dimana penelitian dan responden bertatap muka langsung di dlm wawancara yg dilakukan. Peneliti mengharapkan perolehan informasi dari responden mengenai suatu masalah yg ditelitinya, yg tak dpt terungkap melalui penggunaan teknik kuesioner. Oleh karena itu maka di dlm pelaksanaan wawancara mendalam, pertanyaan-pertanyaan yg akan dikemukakan kepada responden tak dpt dirumuskan secara pasti sebelumnya, melainkan pertanyaan-pertanyaan tersebut akan banyak bergantung dari kemampuan dan pengalaman peneliti untk mengembangkan pertanyaan-pertanyaan lanjutan sesuai dgn jawaban responden. Dengan perkataan lain di dlm wawancara mendalam berlangsung suatu diskusi terarah diantara peneliti dan responden menyangkut masalah yg diteliti. Di dlm diskusi tersebut peneliti harus dpt mengendalikan diri, sehingga tak menyimpang jauh dari pokok masalah serta tak memberikan penilaian mengenai benar / salahnya pendapat / opini responden. Melihat jenis pertanyaan yg digunakan dlm teknik wawancara mendalam maka jenis pertanyaan yg digunakan adlh pertanyaan terbuka. Dibandingkan dgn pertanyaan tertutup, jenis pertanyaan terbuka mempunyai kelebihan-kelebihannya misalnya memungkinkan perolehan variasi jawaban sesuai dgn pemikiran responden; responden dpt memberikan jawabannya secara lebih terinci serta responden diberikan kesempatan mengekspresikan caranya dlm menjawab pertanyaan.
Serentak dgn itu terdapat pula kelemahan pertanyaan terbuka, misalnya: kemungkinan terdapatnya jumlah yg cukup besar dari jawaban yg tak relevan serta jawaban responden yg tak standar / baku sehingga mempersulit pengolahan data. Seringkali pula peneliti harus pandai-pandai menanyakan responden untk memperoleh jawaban misalnya dgn mempergunakan teknik-teknik probing (mengorek jawaban responden agar terarah pd tujuan penelitian).

Daftar Pustaka
  1. Basuki, H, (2006) Penelitian Kualitatif untk Ilmu - Ilmu Kemanusiaan dan Budaya. Jakarta Gunadarma

Sekian artikel tentang Pengertian Wawancara dan Jenis Wawancara Mendalam.

other source : http://ilmupsikologi.com, http://merdeka.com, http://youtube.com

0 Response to "Pengertian Wawancara & Jenis Wawancara Mendalam"

Posting Komentar

Contact

Nama

Email *

Pesan *